Pernah berada di depan ATM, sudah siap transfer, lalu muncul pertanyaan sederhana yang bikin ragu: “kode bank BSI berapa?” Jawabannya singkat. Kode bank BSI adalah 451, dan biasanya dipakai saat Anda transfer ke rekening BSI dari bank lain, terutama lewat kanal yang meminta kode bank di depan nomor rekening. Informasi ini juga tercantum di halaman resmi Kode Bank Syariah Indonesia milik BSI.
TL;DR: Kode bank BSI adalah 451. Untuk transfer antar bank lewat ATM, masukkan 451 + nomor rekening BSI (contoh: 4511234567890), lalu cek nama penerima sebelum konfirmasi. Untuk biaya, jika tersedia, BI-FAST menetapkan biaya dari peserta ke nasabah maksimal Rp2.500 per transaksi dan limit awal transaksi hingga Rp250 juta per transaksi menurut dokumen tanya jawab BI-FAST dari Bank Indonesia.
Kode Bank BSI Itu Apa dan Kenapa Dipakai?
Kode bank adalah identitas bank tujuan dalam transaksi antar bank. Angkanya membantu sistem mengenali ke bank mana dana akan dikirim, terutama saat Anda tidak memilih nama bank dari daftar dan harus memasukkan kode secara manual.
Dalam praktiknya, kode bank paling terasa manfaatnya saat Anda transfer dari ATM bank lain. Sistem akan meminta “kode bank + nomor rekening”. Di titik inilah 451 berperan supaya rekening tujuan dikenali sebagai rekening Bank Syariah Indonesia. Rujukan resmi BSI juga menggunakan format tersebut, yaitu 3 digit kode bank diikuti nomor rekening BSI.
Jika satu digit saja keliru, biasanya transaksi tidak bisa diproses atau verifikasi penerima tidak sesuai. Karena itu, bagian terpenting bukan hanya mengingat 451, tetapi juga memastikan nama penerima yang muncul di layar konfirmasi memang benar.
Kode Bank BSI Terbaru: 451
Untuk kebutuhan transfer antar bank, yang Anda perlukan sederhana: 451.
BSI sendiri menuliskan contoh input sebagai “451” diikuti nomor rekening BSI, misalnya 451234567XXXXX pada panduan resminya.
Anda mungkin pernah melihat artikel lama yang menyebut kode berbeda berdasarkan “eks” bank sebelum merger. Itu wajar karena dulu ada beberapa kode yang beredar di publik. Namun, untuk kebutuhan transfer yang paling umum saat ini, acuan yang aman adalah kode BSI = 451 seperti yang dicantumkan BSI.
Contoh cepat format input:
451 + nomor rekening BSI
Misal rekening BSI Anda: 1234567890
Maka inputnya: 4511234567890
Cara Transfer ke BSI Pakai Kode 451 Lewat ATM Bank Lain
Bagian ini biasanya yang dicari orang saat benar benar hendak transfer. Ikuti alur yang paling umum di banyak ATM:
Datang ke ATM dan masukkan kartu
Masukkan PIN
Pilih menu transfer antar bank atau transfer ke bank lain
Masukkan nomor rekening tujuan dengan format 3 digit kode bank + nomor rekening
Untuk BSI: 451 + nomor rekening BSIMasukkan nominal transfer
Lanjut, lalu cek detail penerima dan konfirmasi
Langkah tersebut selaras dengan panduan resmi dari BSI, termasuk contoh format nomor rekening yang diawali “451”.
Tips kecil yang sering menyelamatkan:
Fokus pada layar konfirmasi. Nama penerima adalah penentu terakhir.
Jika layar tidak menampilkan nama penerima, batalkan dan periksa kembali angka yang Anda masukkan.
Simpan struk atau bukti transaksi dari layar akhir.
Transfer ke BSI via Mobile Banking atau Internet Banking: Perlu Ketik 451 atau Tidak?
Tergantung alur aplikasinya.
Pada banyak mobile banking dan internet banking, Anda memilih bank tujuan dari daftar. Jika ada pilihan “Bank Syariah Indonesia (BSI)”, biasanya sistem akan mengisi kode bank secara otomatis di belakang layar. Artinya Anda tidak selalu mengetik 451 secara manual.
Namun, ada juga alur transfer yang tetap meminta format kode bank, terutama jika kanalnya mirip dengan input ATM atau jika Anda melakukan transfer antar bank melalui menu tertentu yang meminta “kode bank + rekening”. Saat muncul kolom seperti itu, kembali ke prinsip yang sama: 451 di depan nomor rekening BSI.
Agar tidak ragu, patokan paling aman adalah membaca label kolom input:
Jika kolomnya “Nama bank tujuan” (dropdown), pilih BSI.
Jika kolomnya “Kode bank + nomor rekening”, gunakan 451 lalu lanjutkan dengan nomor rekening.
Biaya Transfer ke BSI: Kenali BI-FAST dan Angka Maksimalnya
Biaya transfer antar bank bisa terasa sepele sampai Anda sering melakukannya. Di Indonesia, salah satu opsi yang banyak dicari adalah BI-FAST.
Menurut dokumen tanya jawab BI-FAST dari Bank Indonesia, harga dari peserta ke nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi, dan pada tahap awal batas maksimal nominal transaksi BI-FAST ditetapkan sebesar Rp250 juta per transaksi.
Dua catatan penting supaya tidak salah paham:
Angka Rp2.500 tersebut adalah batas maksimal yang ditetapkan, bukan janji semua bank selalu menerapkan persis angka itu untuk semua kondisi.
Di aplikasi, Anda tetap perlu melihat pilihan kanal transfer yang tersedia. Biasanya di layar konfirmasi atau saat memilih jenis transfer, akan terlihat apakah transfer dilakukan via BI-FAST atau jalur lain.
Praktik yang sering membantu: sebelum menekan tombol kirim, lihat ringkasan biaya. Jika ada opsi BI-FAST dan Anda mengejar efisiensi biaya, pilih itu. Ini juga jadi satu kebiasaan kecil yang terasa manfaatnya kalau Anda sering transfer antar bank.
Kasus Khusus yang Sering Membuat Bingung: Transfer ke BSI Virtual Account
Ada situasi di mana orang mencari “kode bank bsi” tetapi yang sebenarnya dibutuhkan adalah format Virtual Account.
Virtual Account biasanya dipakai untuk pembayaran tagihan institusi, kampus, atau merchant. Pada skenario ini, format nomor tujuan bisa memiliki pola khusus yang berbeda dari “451 + nomor rekening”. Anda akan diberi instruksi oleh penagih, dan angka yang terlihat di depan nomor bisa berbeda karena itu bagian dari skema Virtual Account, bukan pengganti kode bank BSI.
Jika Anda sedang membayar VA dan diminta format tertentu, ikuti format yang tertulis pada tagihan. Kode bank 451 tetap relevan sebagai identitas bank, tetapi nomor yang Anda masukkan bisa jadi bukan nomor rekening biasa.
Cara cepat membedakannya:
Transfer ke rekening biasa: Anda punya nomor rekening BSI penerima, lalu tambahkan 451 bila perlu.
Pembayaran VA: Anda punya nomor VA dari penagih, biasanya ada instruksi format yang spesifik.
Jika ragu, jangan menebak. Periksa lagi instruksi pembayaran dari penagih atau hubungi layanan resmi institusi terkait.
Penutup singkat
Untuk kebutuhan paling umum, Anda hanya perlu mengingat satu hal: kode bank BSI adalah 451. Setelah itu, eksekusinya selalu sama. Masukkan format dengan benar, cek nama penerima, lalu baru konfirmasi. Jika Anda sering transfer, biasakan juga melihat apakah ada opsi BI-FAST agar biaya lebih ringan.
Baca Juga : Baju Adat Jawa: Jenis, Makna, dan Cara Memakainya
FAQ Kode Bank BSI
1) 451 kode bank apa?
451 adalah kode bank untuk Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dipakai saat transfer antar bank. Biasanya Anda memasukkan 451 di depan nomor rekening tujuan, misalnya 451 diikuti nomor rekening BSI penerima. Rujukan resminya dapat Anda temukan pada halaman informasi nasabah tentang kode bank BSI.
2) Kode bank BSI berapa digit?
Kode bank BSI terdiri dari 3 digit, yaitu 451. Kode 3 digit ini umum dipakai sebagai identitas bank tujuan dalam transfer antar bank. Saat kolom input meminta “kode bank + nomor rekening”, masukkan 451 terlebih dahulu, lalu lanjutkan dengan nomor rekening BSI yang dituju.
3) Apakah transfer sesama rekening BSI perlu kode 451?
Umumnya tidak. Kode bank dipakai untuk transfer antar bank. Jika rekening pengirim dan penerima sama sama BSI, Anda cukup memasukkan nomor rekening penerima seperti biasa sesuai alur aplikasi atau ATM BSI. Kode 451 biasanya muncul saat transfer dari bank lain ke BSI atau saat kanal meminta kode bank.
4) Bagaimana contoh format transfer ke BSI dari ATM bank lain?
Formatnya adalah 451 + nomor rekening BSI. Misalnya nomor rekening BSI penerima 2345678901, maka inputnya menjadi 4512345678901. Panduan resmi BSI juga menunjukkan contoh nomor rekening BSI yang diawali dengan 451 saat melakukan transfer antar bank melalui ATM.
5) Berapa biaya BI-FAST untuk transfer ke BSI?
Menurut dokumen FAQ BI-FAST dari Bank Indonesia, biaya dari peserta ke nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi. Besaran yang Anda lihat bisa bergantung pada kebijakan bank dan kanal yang dipilih, jadi tetap cek ringkasan biaya sebelum konfirmasi.
6) Berapa limit maksimal transaksi BI-FAST?
Dalam dokumen tanya jawab BI-FAST, Bank Indonesia menyebut batas maksimal nominal transaksi BI-FAST pada tahap awal ditetapkan Rp250 juta per transaksi dan dapat dievaluasi. Limit yang tampil di aplikasi Anda juga bisa dipengaruhi ketentuan bank dan jenis layanan yang digunakan.
7) Jika salah memasukkan kode bank BSI, apakah uang bisa terkirim?
Biasanya transaksi akan tertolak atau data penerima tidak cocok saat verifikasi, sehingga Anda punya kesempatan membatalkan sebelum dana terkirim. Karena itu, selalu cek ulang angka yang Anda masukkan dan pastikan nama penerima yang muncul di layar konfirmasi sesuai. Gunakan panduan format dari sumber resmi saat ragu.
